Tambal Aspal



SEBETULNYA jalan aspal di depan rumah kami masih sangat bagus, masih rata dan mulus. Tapi semalam Kelurahan menambalnya dengan aspal yang baru.

Begitulah dunia, terkadang ngga adil. Di Lubang Buaya, jalan kelurahan masih bagus udah diaspal lagi. Sementara di kelurahan sebelahnya yang udah masuk ke Bekasi, jalan raya udah bolong dibiarin aja.

Soal pengaspalan semalam itu, saya sih yakin, ini bukan bagian pencitraan Yusril atau Wanita Emas. Hehehe :)

Dan pastinya bukan juga pencitraan Gubernur Ahok. Soalnya tadi pagi ada yang bikin rada ilfeel. Dua orang cowok berkumis (saya kira dari kontraktor) gedor-gedor gerbang nawarin aspal buat ratain jalan sama gerbang.

"Permisi mas, saya mau nawarin aspal. Bagus nih mas kalo diratain." "Ngga pak, biarin aja begitu. Soalnya itu buat jalan aliran air. Emang berapa pak kalo ngaspal segini?"

"Delapan setengah mas." "Hah 8,5 juta?! Mahal banget pak." "Bukan, 850 rebu mas. Bisa ditawar kok."

Tetap saja saya tak mengajukan tawaran. Rapat pagi dengan kontraktor itu pun berakhir deadlock.

Agen pulsa dahulu, Wartawan dan Agen Asuransi kemudian. HP/WA: 081271617534

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »