Kenapa Kresek Berbayar Itu Baik



SEJAK beberapa tahun lalu, setiap belanja ke mana pun, ke pasar, warung, atau minimarket, semaksimal mungkin saya menghindari penggunaan kantong plastik atau kresek.

Kalo ke pasar atau hipermarket sih kita pasti bawa kantong kain belanjaan. Tapi kalo belanja ke minimarket depan rumah kan rada repot kalo harus bawa kantong belanja. Uniknya, justru setiap kali belanja di minimarket depan rumah selalu saja pramuniaga atau pelayan tokonya memaksa agar saya mengantongi belanjaan dengan kresek.

"Ngga malu mas bawa belanjaan kalo ngga dikresekin?" tanya mas pelayan minimarket. Padahal saya paling cuma belanja mie instan dan susu. Dua barang yang saya beli juga udah pake plastik. Sampai-sampai, karena udah sering belanja dan nolak plastik.

Si pelayan toko itu seperti ngajak balapan. Dia akan lebih cepat memasukkan belanjaan saya ke kresek sebelum saya nolak. "Mas pake kresek ya. Malu loh mas..." Kata si pramuniaga setengah maksa. (Pokoknya maksa, seakan dia agen penjual MLM kantong kresek).

Hehehe. Kalo udah begitu, saya keluarin belanjaan saya, trus kreseknya saya taro lagi. "Lumayan mas, kreseknya bisa buat yang lain. Kresek ini, paling dipakenya cuma sebentar abis itu dibuang." Mas penjaga minimarketnya dongkol... Dan saya pun makin dikenal sebagai pelanggan tukang nolak kresek. hehehe.

Duriat sebuah kata berarti Cinta, Duriat juga sebuah nama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »