Lubang Buaya, Tempat Cari Berondong Tua

SETIAP 1 Oktober nama Lubang Buaya jadi terkenal. Saya sebagai penduduk situ ikut seneng sekaligus sedih..

Senang karena nama kelurahan yang saya tinggali ini akan terus terkenal. Tapi ya sedih juga karena terkenalnya karena beban sejarah yang berat sebagai tempat dibantainya tujuh perwira tentara oleh tentara juga (Cakrabirawa) pimpinan Kolonel Untung.

Sejak SMA, saya tidak pernah percaya yang namanya Hari Kesaktian Pancasila. Saya sudah membaca beberapa buku sejarah yang menyebut kejadian G30S hanya konflik antar tentara Angkatan Darat. Tapi memang yang dipahami kebanyakan orang yang tumbuh di era Orde Baru, peristiwa G30S adalah ulah PKI.

Buat saya sebagai penduduk Lubang Buaya, rasanya ingin kelurahan tempat kami tinggal dikenal dengan yang baik-baiknya saja. Cukup sudah PKI-PKIan. Cukup sudah salah menyalahkan soal sejarah G30S. PKI sudah lenyap, negara Soviet sudah runtuh, dan ideologi komunis juga ngga terlalu menarik lagi.

Nah, sebetulnya tahun lalu Siti Badriyah sempat nyebut nama Lubang Buaya di lagunya. Sayangnya, penyanyi dangdut seksi asal Cikarang itu malah nyebut Lubang Buaya sebagai tempat Berondong tua cari mangsa wanita muda..

"Berondong-berondong tua... keluar masuk Lubang Buaya, cari santapan wanita-wanita muda..." Gelo banget tuh lagu. Justru di Lubang Buaya itu banyak pesantren. Orangnya soleh-soleh, ngga ada berondong tua yang suka abege. Serius!!

Duriat sebuah kata berarti Cinta, Duriat juga sebuah nama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »