Waspada! Ini Modus Penipuan Lewat Telepon Rumah

PENIPUAN melalui telepon rumah makin marak, setelah sebelumnya udah marak penipuan lewat SMS. Bulan Ramadhan pun sepertinya tak menghentikan kejahatan dan penipuan model begini.

Seperti semalam, sekira jam 1.30, saat saya lelap tidur saya mendengar suara telepon rumah berdering (jadul banget ya). Saat telepon saya angkat ada seorang suara lelaki dengan nada panik.

"Pak, Ade ditangkap polisi pak.." Suara panik itu diulang-ulang. Saya sudah feeling ini adalah suara orang nipu. Karena saya tahu adik-adik saya tak ada yang dipanggil ade.

"Ade siapa ya? Ade saya ada di rumah tuh. Hadeh mas, bulan puasa kok masih nipu aja sih.." jawab saya malas menanggapi sambil menutup gagang telepon.

Di pikir-pikir penipu itu sungguh keji memanfaatkan kelengahan orang yang baru setengah sadar bangun dari tidur. Dan gigih sekali mereka itu menipu tengah malem, di saat orang tadarusan atau tidur agar sahur ngga kesiangan.
Tapi saya mungkin bisa lolos dari jebakan penipuan macam gini karena beberapa minggu sebelumnya juga pernah nerima telepon dari seorang lelaki yang mengaku guru. Saat itu dia melaporkan bahwa ada anak kecelakaan di sekolah.

"Pak putri bapak kecelakaan di sekolah!" (((Heloooww, gue belum punya anak keles..)))

Tapi saat itu hampir saja saya kena jebakan, karena sempat kepikiran ade bungsu istri saya yang masih sekolah di SMP.

"Kecelakaan kapan?" saya balik nanya.

"Iya pak, kecelakaan barusan di sekolah. Ini mau dibawa ke rumah sakit pak. Putri Bapak ini nama lengkapnya siapa ya pak?"

Nah, di situ si penipu makin berusaha menjebak. Jika kita katakan nama lengkap siapa pun pasti akan diiyakan.

"Kok dari sekolah nama lengkap ngga tahu?" ujar saya kesal.

Rupanya, si penipu tak mau kehilangan mangsa. "Ini rumahnya Pak Mugiyanto kan?"

Dia menyebut nama pemilik rumah lama, sebelum dibeli oleh keluarga kami, lebih dari sepuluh tahun lalu. Saya curiga penipu ini lihat dari buku Yellow Pages.

"Iyya betul ini rumah pak Mugi, tapi itu dulu. hehehe." "Udah ya, jangan nipu mulu." Ujar saya sambil menutup.

Ingat kata Bang Napi, "Waspadalah, waspadahlahh..!"

Duriat sebuah kata berarti Cinta, Duriat juga sebuah nama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »