Anak-anak Panah Yang Melesat


ANAK-ANAK itu seperti mata panah dan para guru di SD Muhammadiyah 09 seperti busurnya. Kini anak panah itu telah melesat pergi menuju sasarannya.

"Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat, sebagaimana dikasihi-Nya pula busur yang mantap." begitulah kata puisi Kahlil Gibran.

Semoga anak-anak panah itu bisa tahan terhadap terpaan angin yang berhembus kencang menjelang masa remaja.

Masa remaja yang disebut orang sebagai masa yang paling indah, sering kali melenakan. Padahal justru di masa remaja itulah masa penentuan masa depan seseorang. Semoga mereka bisa mengisi masa remaja di SMP, SMA, hingga kuliah di perguruan tinggi dengan produktif penuh hal positif.

semangat tak henti belajar menuntut ilmu setinggi mungkin. Begitulah harapan kami di momen pertama wisuda angkatan pertama SD Muhammadiyah 09, Durensawit, Jakarta Timur.

Saat melihat Shahibah mengalungkan medali, rasanya sungguh terharu dan bangga. Rasanya baru kemarin saya melihat sekolah ini berdiri dengan Shahibah sebagai salah satu guru yang direkrut pertama kali.

Dia seperti assabiqunal awalun, atau Bu Muslimah dalam novel Laskar Pelangi. Rasanya baru pertama kali saya melihat tampang gemes dan lucu anak-anak. namun kini mereka sudah tampak besar menjelang remaja, sudah jadi abege. Selamat jalan anak-anak pemilik masa depan. Selamat juga untuk ibu kepala sekolah, perjuanganmu selama enam tahun menanam hasilnya sudah bisa dipanen.

Duriat sebuah kata berarti Cinta, Duriat juga sebuah nama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »