Baduy Cilik Ikut Seba ke Kota Serang

PADA pelaksanaan Seba Baduy, akhir pekan lalu, tidak hanya pria Baduy dewasa saja yang ikut serta. Saya lihat anak-anak Baduy pun banyak yang diajak bapaknya untuk mengunjungi Kota Serang.

Sayangnya, beberapa kali saya mengajak ngobrol untuk bertanya banyak hal kepada anak-anak itu sering kali mereka malu untuk menjawab.

Pertanyaan saya dijawab bapaknya atau kakaknya. Misalnya pertanyaan apakah mereka sekolah atau tidak. Wajar mereka agak tertutup, pasalnya beberapa anak mengakui peristiwa Seba kemarin adalah pengalaman pertama mereka pergi ke kota.

Bisa saja itu pengalaman pertama mereka pergi ke kota. Tapi setidaknya, mereka sudah sering melihat kota melalui televisi yang secara terbatas. Dan mereka seakan tidak mengalami gegar kebudayaan sama sekali. Mereka tetap kukuh terlihat sebagai anak Baduy.

Yang saya saluti adalah sikap anak-anak itu terhadap kebersihan. Saya lihat tak ada satu pun dari mereka yang membuang sampah sembarangan. Jika anak-anaknya begitu, pria Baduy dewasanya apalagi. Sepanjang pelaksanaan Seba, kebersihan Kota Serang, Banten tetap terjaga.

Padahal ada sekitar 1800 orang Baduy berjalan long march di sekujur jalanan kota. Selama berjalan juga, mereka diam. Tak ada yang berbincang atau ngobrol sambil ngerumpi cekikikan dengan temannya. Jadi, apakah kita masih merasa sebagai orang paling beradab?

Duriat sebuah kata berarti Cinta, Duriat juga sebuah nama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »