Kisah Perempuan Penjaja Yakult dan SPG Rokok

PAGI kemarin saat saya lari pagi, saya bertemu sosoknya. Perempuan kuat bersepeda itu sedang mengetuk pintu sebuah rumah. Dia bertanya apakah produk susu fermentasi di kulkas pemilik rumah sudah habis.

Di beberapa kompleks perumahan penampilan perempuan berbaju kotak-kotak merah itu kini lazim ditemui. kehadiran mereka bahkan seperti menggantikan para perempuan penjaja jamu.

Harus saya akui, kejelian perusahaan susu fementasi itu menggunakan perempuan sebagai saleswoman sangat berhasil. Ya seperti saya bilang, kehadiran para ladies itu seperti menggantikan para penjaja dagangan tradisional seperti tukang roti dan bakul jamu.

Sebagai front liner, mereka selalu tampil dengan ciri yang khas. Misalnya tukang roti dengan suara botti dan bunyi klakson tetot-tetot saat menawarkan dagangan keliling dengan gerobak becaknya.

Dengan kekhasan itu mereka menjalin relasi dengan konsumen secara dekat. Cara seperti itu juga dilakukan para Yakult Ladies.

Setelah terjadi transaksi, mereka akan mendoakan konsumennya. "Terima kasih pak, semoga sehat terus ya pak," begitu doa sederhana mereka. Setelah itu mereka bertanya kapan bisa kunjung lagi ke rumah untuk antar Yakult.

Ketulusan seperti itu tentu bukan tanpa rumusan. Itu adalah semacam standard operating procedure (SOP). Meski tahu itu semacam SOP, saya senang saja membeli dari mereka.

Bahkan saya sudah tidak pernah lagi membeli produk susu dengan bakteri baik itu dari minimarket. Tentu saja dengan membeli pada mereka, kita bisa membantu para perempuan luar biasa itu bisa cepat pulang karena dagangan mereka habis.

Alasan lain, belanja di minimarket kita tak diberi bonus doa, hanya dapat pertanyaan annoying. "Pulsanya sekalian kaka?"

Pemasaran dengan ujung tombak perempuan juga digunakan oleh perusahaan rokok. Mereka menebar sales promotion girl (SPG) jelita berpenampilan menor di jalanan. Para  SPG itu merayu dengan manis siapa saja untuk membeli rokok yang mereka jajakan. Dari tukang ojek, supir angkot, preman pasar, pegawe kantoran, siapa saja yang ditemui di jalanan. Karena itulah SPG rokok harus kebal rayuan dan pelecehan. Tak jarang, lelaki-lelaki di jalanan itu juga akan merayu mereka untuk berkencan.

Yakult dan rokok memang produk yang berbeda. Target marketnya juga beda. Teknik dan cara pemasarannya tentu beda. Silakan Anda pilih mana yang terbaik menurut Anda.

Duriat sebuah kata berarti Cinta, Duriat juga sebuah nama.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »